Thursday, 29 December 2011

Tulisan : Pemuda dan Sosialisasi


Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda merupakan generasi penerus bangsa dalam membangun negara. Mahasiswa dapat dikategorikan sebagai pemuda. Dari pemuda ini ditemukan pemikiran – pemikiran baru dan ide  – ide baru yang dapat membuat perubahan pada pola fikir masyarakat maupun pada pebangunan. pemuda yang mempunyai jiwa membara bagai api yang berkobar dan selalu mempunyai ide-ide yang cemerlang untuk membuat sesuatu yang baru akan lebih baiknya apabila didukung dengan sosialisasi yang memadai. Ide pemuda apabila dituangkan dan dilaksanakan akan membuat suatu bangsa menjadi lebih maju. Tetapi zaman sekarang banyak pemuda yang mempunyai ide-ide bagus masih binggung akan dibawa kemana dan akan digunakan untuk apa ide tersebut. Itu semua dikarenakan kurangnya sosialisasi untuk pemuda. Pemuda masih banyak bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman untuk bagaimana memperjelas langkah pemuda tesebut yang mempunyai ide-ide cemerlang. Kalau sudah demikian tinggal pemuda tersebut, ide apa yang akan dituangkan dan dipublikasikan. Dan pemuda tersebut akan berfikiran ide apa yang akan dituangkan dan dipublikasikan dan dengan langkah apa pemuda tersebut mempublikasikannya.Contohnya mahasiswa yang melakukan demonstrasi pada kebijakan yang di ambil pemerintahan sehingga timbul perubahan kebijakan. Dapat kita lihat bahwa demonstrasi merupakan cara pemuda dalam menyampaikan pemikiran – pemikiran atau ide – ide kepada pemerintah.
Dari contoh diatas dapat di simpul kan bahwa demo merupakan proses sosialisasi, proses sosialisasi yang dialami oleh para pemuda sangat rumit. Sehubungan dengan perkembangan individu pemuda itu sendiri dan dalam rangka melepaskan diri dari ketergantungan pada orang tua, maka pengalaman-pengalaman yang dialami kadang  membingungkan dirinya sendiri. Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akna terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kepribadian seseorang tergatung dari segi susunan kebudayaan dan lingkungan sosial.
Contoh lain adalah pemuda lebih dominan dalam penguasaan teknologi di banding golongan tua, dimana sekarang ini teknologi di pakai setiap perusahaan untuk mempermudah dalam menjalankan usahanya. Dari sini kita bisa lihat bahwa pemuda membawa perubahanyang positif, hal ini disebabkan bahwa pemuda lebih mudah bersosialisai dan beradaptasi dengan hal – hal baru.
Kesimpulannya adalah pemuda sangat berpengaruh pada perubahan pola fikir dalam kehidupan bermasyarakat. Karena pemuda sangat mudah bersosialisasi dah menghasilkan hal – hal yang positif maupun negatif. Semua ini tergantung pada susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang dihadapi oleh seorang pemuda.

tulisan : individu,keluarga dan masyarakat


individu,keluarga dan masyarakat

manusia tumbuh dan berkembang mulai suatu individu, menjadi keluarga, kemudian bermasyarakat. Keluarga akan terbentuk bila ada indidu yang saling berhubungan. Suatu masyarakat akan terbentuk bila ada individu yang saling berinteraksi satu sama yang ditutuntut oleh factor ekonomi untuk kelangsungan hidup keluarga masing – masing individu. Bisa kita simpulkan adanya keterkaitan antara Individu, keluarga, dan masyarakat yang saling berhubungan. Karena keluarga dan masyarakat tidak hanya memerlukan individu, tapi individu juga memerlukan keluarga dan masyarakat. Semua individu akan berkembang berdasarkan pengalaman, lingkungan yang ditempati, pendidikan. Kemudian berkembang dengan cara berhubungan dengan individu lalu membentuk suatu keluarga.
Sebagai contoh adalah kepala keluarga ( bapak ) yang berperan sebagai individu yang mencari nafkah untuk kelangsungan hidup keluarganya. Cara mencari nafkah si bapak tersebut mau tidak mau harus berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat mencari informasi layaknya bertanya kesana – kesini dari satu individu ke individu yang lain hanya untuk mendapatkan suatu pekerjaan.  Bisa kita simpulkan dari contoh di atas dimana individu saling berinteraksi dan saling membutuhkan satu sama lain karena factor ekonomi untuk kelangsungan hidup keluarga individu tersebut.
Keluarga adalah lingkungan yang membentuk sebuah individu menjadi sebuah pribadi yang baru. Lingkungan keluarga adalah lingkungan internal dimana banyak pengaruh besar pada keluarga. Akan terbentuk menjadi pribadi yang baik, bila lingkungan keluarganya mendukung untuk membentuk suatu individu dengan sifat-sifat social yang baik. Namun, akan membentuk suatu pribadi yang buruk bila pengaruh keluarga tidak mendukung. Pribadi yang buruk ini berasal dari pengaruh ekstern, dimana dengan bermasyarakat atau dengan bersosialisasi yang salah, maka akan membentuk suatu undividu yang buruk. Ini adalah pengaruh terbesar dalam pembentukan suatu kepribadiaan individu.
Kesimpulannya adalah kita sebagai manusia berawal dari sebuah individu, kemudian bersosialisasi dengan individu lain untuk membentuk suatu keluarga, kemudian karena factor – faktor kebutuhan tertentu individu tersebut harus hidup dan berinteraksi dengan individu lain dalam suatu masyarakat, kita sebagai manusia harus melihat dunia luar dengan bersosialisasi, dan yang terakhir makna semua itu akan terbentuk suatu kebiasaan pada wilayah yang tempati yang biasa disebut dengan kebudayaan.

Tulisan : Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan

Hubungan dari penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah penduduk yang membentuk masyarakat yang kemudian dari kebiasaan masyarakat lahirlah kebudayaan. Sekelompok individu yang menempati suatu daerah dapat dikatakan penduduk. Salah satu ciri penduduk ialah mempunyai kartu identitas berupa kartu tanda pengenal. Di Indonesia kartu identitas tersebut dikenal dengan nama KTP yang dapat di buat dengan syarat yang telah ditentukan pemerintah. Sekarang ini permasalahan yang timbul dari masalah kependudukan yaitu kepadatan penduduk yang tidak merata karena banyak nya individu yang melakukan urbanisasi dengan alasan factor ekonomi. kemudian timbul masalah baru yaitu banyaknya penduduk yang mempunyai KTP lebih dari satu sehingga pemerintah sulit mengetahui jumlah penduduk suatu daerah. Dengan alasan birokrasi yang berbelit - belit dibuat pemerintah untuk mengurus perpindahan, lalu pemerintah baru – baru ini mencanangkan program i-KTP untuk mempermudah perpindahan penduduk dan mengurangi penduduk yang mempunyai KTP lebih dari satu.
Dari perpindahan penduduk tersebut timbul kebudayaan dimana kebudayaan itu sendiri merupakan hasil cipta karya dari masyarakat yang bernilai tinggi
 dan merupakan suatu kebiasaan yang telah mendarah daging pada masyarakat kita,
Kebudayaan mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat, karena segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat di tentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Di mana hal yang membentuk suatu masyarakat adalah individu – individu yang mana di sebut sebagai penduduk. Jadi hubungan antara ketiganya adalah penduduk menyebabkan terjadinya masyarakat dan masyarakat pasti memiliki kebudayaan. Jadi ke-3 hal Kebudayaan, Masyarakat, dan Penduduk tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Jadi masyarakat dan budaya adalah suatu hal yang sudah tidak bisa dipisahkan karena apa yang dilakukan oleh masyarakan luas adalah suatu tradisi bawaan atau pendatang yang sudah susah untuk diubah. baik dari budaya dalam ataupun asing. Dan dengan adanya budaya, masyrakat akan memiliki pola-pola pemikiran yang berbeda maupun sama, karena terkadang ada sekelompok masyarakat A yang bentuk budayanya berbeda dari sekelompok masyarakat B. Jadi dengan adanya sekelompok masyarakat yang menempati suatu wilayah ,dan dapat mengorganisasikan dirinya dengan suatu kesatuan sosial yang dibekali dengan budaya sehingga disebut penduduk.

Tulisan : Ilmu Sosial Dasar Sebagai salah satu Mata Kuliah Dasar Umum


Ilmu Sosial Dasar Sebagai salah satu Mata Kuliah Dasar Umum

Kita sebagai mahasiswa seharusnya memahami ISD (Ilmu Sosial Dasar) sebagai bagian dari MKDU (mata kuliah dasar umum) untuk perkembangan kepribadian kita sebagai mahasiswa dalam berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dalam menyelesaikan masalah -masalah yang timbul di lingkungan kampus.
Contohnya dalam mengerjakan tugas kelompok yang mengharuskan setiap mahasiswa mencari teman untuk membentuk sebuah kelompok. Dengan cara bersosialisasi menggunakan sikap yang baik maka  kita mudah diterima oleh teman karena mereka akan menilai sikap dan perbuatan kita serta cara berintraksi. Dalam kelompok kita dapat melatih diri untuk bersosialisasi untuk kelancaran tugas kelompok. Supaya tidak terjadi permusuhan diantara angota kelompok maka harus dicermati dalam pembagian tugas dan dalam menyelesaikan masalah – masalah yang yang timbul secara musyawarah selama proses pengerjaan tugas berlangsung.
Tujuan ISD (Ilmu Sosial Dasar) sebagai MKDU ( mata kuliah dasar umum ) digunakan sebagai patokan mahasiswa dalam menangani masalah – masalah social yang timbul di lingkungan kampus. Contoh masalah yang timbul antara lain pemilihan ketua dan anggota BEM ( badan eksekutif mahasiswa ). Dalam masalah ini calon pengurus BEM dituntut untuk bersosialisasi agar dapat memenangkan pemilihan. Cara bersosialisasi yaitu dengan cara membuat kampanye untuk menarik simpati para mahasiswa. Masalah lain yang timbul dari pemilihan pengurus BEM yaitu adanya keanekaragaman kelompok masa yang mendukung tiap-tiap calon pengurus BEM dalam lingkungan kampus, yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang berbeda, sehingga di khawatir kan terjadi keributan antara tiap-tiap kelompok tersebut.
Oleh karena itu ISD digunakan untuk membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, sehingga mahasiswa bisa berfikir secara logika dengan menggunakan otak, bukan dengan kekerasan atau cara exstrim lainnya.
Peranan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar sangat penting bagi kehidupan mahasiswa sebagai pedoman mahasiswa untuk membetuk pola fikir dan dalam cara bersosialisasi dengan mahasiswa lain, serta cara menyelesaikan masalah – masalah yang timbul, karena mahasiswa Sebagai mahluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah - masalah sosial yang tdak dapat dipisahkan dalah kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya, Sehingga timbul pola fikir baru yang digunakan sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi masa depan.

Wednesday, 30 November 2011

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

PRASANGKA, DISKRIMINASI DAN ETNOSENTRISME

Hidup bermasyarakat adalah hidup dengan berhubungan baik antara dihubungkan dengan menghubungkan antara individu-individu maupun antara kelompok dan golongan. Rasa solider, toleransi, tenggang rasa, tepa selira sebagai bukti kuatnya ikatan itu. Pada diri setiap anggota terkandung makna adanya saling ikut merasakan dan saling bertanggung jawab paa setiap sikap tindak baik mengarah kepada hal positif maupun negative.
Sering kita temui keadaan dimasyarakat para anggotanya pada kondisi tertentu, diwarnai oleh adanya persamaan-persamaan dalam berbagai hal. Tetapi juga didapati perbedaan-perbedaan dan bahkan sering kita temui pertentangan-pertentangan. Perbedaan kepentingan sebenarnya merupakan sifat naluriah disamping adanya persamaan kepentingan.

Diskriminasi
Diskriminasi diartikan suatu tindakan terhadap anggota kelompok etnis atau ras tertentu, yang terbentuk terlalu cepat tanpa suatu induksi. Dalam hal ini terkandung suatu ketidakadilan dalam arti tindakan yang diambilkan dari beberapa pengalaman dan yang didengarnya, kemudian disimpulkan sebagai sifat dari anggota seluruh kelompok etnis.
sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku. Oleh karena itu bisa saja bahwa sikap bertentangan dengan tingkah laku atau tindakan.

Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain dengan tolok ukur kebudayaannya sendiri. Sikap etnosentrisme dalam tingkah laku berkomunikasi nampak canggung, tidak luwes.

Pertentangan-pertentangan sosial / ketegangan dalam masyarakat
        Konflik (pertentangan) mengandung suatu pengertian tingkah laku yang lebih luas dari pada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dasar konflik berbeda-beda. Terdapat 3 elemen dasar yang merupakan cirri-ciri dari situasi konflik yaitu :
  1. Terdapatnya dua atau lebih unit-unit atau baigan-bagian yang terlibat di dalam konflik 
  2. Unti-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan-kebutuhan, tujuan-tujuan,  masalah-masalah, nilai-nilai, sikap-sikap, maupun gagasan-gagasan 
  3. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.
Cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah:
  1. elimination; yaitu pengunduran diri salah  satu pihak yang telibat dalam konflik yagn diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri 
  2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya 
  3. Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi. 
  4. Minority Consent; artinya kelompok mayoritas yang memenangkan, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta sepakan untuk melakukan kegiatan bersama 
  5. Compromise; artinya kedua atau semua sub kelompok yang telibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah 
  6. Integration; artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan


Dalam pengertiannya ilmu itu selalu tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dengan pangkal tumpuan (objek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif. Pengertian pengetahuan sebagai istilah filsafat tidaklah sederhana karena bermacam-macam pandangan dan teori (epistemologi),
Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
1.    Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
2.    Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
3.    Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
4.    Merasa pasti bahwa setiap  pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

Teknologi
            Teknologi itu adalah merode sistematis untuk mencapai tujuan insani (Eugene Stanley, 1970). Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis.  

Fenomena teknik paa masyarakat ikini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut :
1.    Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
2.    Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
3.    Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis  menjadi kegiatan teknis
4.    Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
5.    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
6.    Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
7.    otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Berdasarkan ukuran ini maka mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki cirri-ciri sebagai berikut :
1.    Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
2.    Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
3.    Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
4.    Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
5.    Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.